STIEPAR DALAM PROGRAM PENDAMPINGAN CIREUNDEU

(KEMBANGKAN PAKET KUNJUNGAN WISATA UNGGULAN)

Cimahi, 16 Oktober 2021: Tim Dosen PKM Adrian Agoes, S.Sos, MM.Par dan Indah Nur Agustiani, S.Par, MM melaksanakan kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat dengan skema pendampingan di Kampung Adat Cireundeu Cimahi. . Adapun tema dari kegiatan PKM ini adalah Pendampingan Pengembangan Paket Kunjungan Wisatawan Sebagai Strategi Pemasaran Wisata.

Tema PKM tersebut diambil dengan tujuan untuk mendampingi para pegiat pariwisata Kampung Cireundeu untuk dapat lebih memasarkan kegiatan-kegiatan wisata di kampungnya, melalui penyusunan paket-paket kunjungan wisata unggulan di kampung tersebut. Dari hasil FGD ditemukan bahwa selama ini Pokdarwis Kampung Cireundeu, termasuk masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam kepariwisataan di sana, mengalami kesulitan saat adanya permintaan kunjungan wisata dari berbagai pihak. Dalam kegiatan FGD yang dibuka oleh Ketua Tim PKM Cireundeu STIEPAR Yapari-Bandung, Adrian Agoes, S.Sos, MM.Par ini terungkap berbagai permasalahan yang ditemui oleh masyarakat terkait kegiatan pariwisata. Ketua Pokdarwis Kampung Cireundeu, Triyana Santika (Kang Yana) menambahkan bahwa ada beberapa kendala teknis saat menawarkan kegiatan-kegiatan wisata di kampungnya. Padahal minat berkunjung ke Kampung Cireundeu dinilai cukup tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, dosen anggota tim PKM Cireundeu, Indah Nur Agustiani, S.Par, MM, juga memberikan pembekalan materi mengenai Experiential Marketing. Beliau menjelaskan kepada para pegiat pariwisata Kampung Cireundeu bahwa pada masa ini, yang dicari oleh wisatawan adalah pengalaman yang berharga. Untuk itu menciptakan pengalaman bagi wisatawan menjadi hal yang sangat penting harus diperhatikan terutama saat menyusun paket kunjungan wisata ke kampung ini. Selanjutnya kegiatan FGD dipandu oleh kedua dosen tim PKM Cireundeu. Hal yang menggembirakan adalah adanya antusiasme kawula muda Kampung Cireundeu, yang peduli terhadap kemajuan pariwisata di kampung mereka. Usulan-usulan untuk pengembangan pun bermunculan dari peserta tersebut. Hasil FGD ini juga diharapkan akan menjadi bahan untuk rencana kerja Pokdarwis selanjutnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan workshop penyusunan paket kunjungan wisata secara professional, lengkap dengan penghitungan biaya dan cara menawarkannya kepada wisatawan. Kegiatan ini ditutup dengan makan siang khas Kampung Cireundeu, yang warga adatnya tidak diperkenankan makan nasi, melainkan hanya boleh makan singkong sebagai makanan pokok mereka. Ternyata hidangan beras singkong tidak kalah lezat dibandingkan nasi yang berasal dari padi.

Pihak Pokdarwis dan masyarakat Kampung Cireundeu yang diwakili para muda-mudinya, berharap kegiatan pendampingan ini bisa berlanjut dan dijadikan agenda rutin oleh pihak STIEPAR Yapari-Bandung. Kepala LPPM STIEPAR YAPARI, Titing Kartika, S.Pd.MM.MBA menyampaikan diharapkan dengan adanya kegiatan penelitian maupun pengabdian para dosen, masyarakat akan merasakan manfaat yang lebih nyata serta dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (LPPM-TK, Tim ADA-INA)