Bandung, Belanja, dan Kuliner
Luthfi Hamdani
Ditulis tanggal: 26 Januari 2015, dilihat: 787 kali

(Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata YAPARI-AKTRIPA BANDUNG Semester VIII/Prodi Manajemen Kekhususan Manajemen Pariwisata)

               Kemacetan yang terjadi di beberapa titik daerah di kota Bandung pada saat weekend atau hari libur sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Banyaknya kendaraan yang memadati tidak membuat ”jera”para wisatawan untuk kembali lagi ke kota Bandung. Didukung dengan cuaca kota Bandung yang sejuk dan asri sehingga menjadi point plus dalam menarik wisatawan, khususnya wisatawan dari ibu kota Jakarta yang jaraknya dapat ditempuh kurang lebih hanya tiga jam saja. Bandung merupakan salah satu kota yang menjadi daya tarik untuk berbelanja dan berwisata kuliner. Banyaknya lokasi untuk berbelanja dan kuliner membuat kota Bandung mempunyai julukan “Fashion and Dine City”.

            Untuk lokasi wisata belanja yang cukup diminati misalnya di Jalan Riau, Dago, Gede Bage, Jalan Cihampelas, Jalan Trunojoyo yang terkenal dengan pakaian-pakaian distro dari berbagai macam brand. Tidak hanya dari ibu kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya saja, Bandung juga menjadi sasaran atau daya tarik wisata belanja bagi wisatawan Malaysia. Tempat yang paling diminati oleh wisatawan Malaysia diantaranya adalah Pasar Baru Trade Centre, Bandung Trade Centre, Jalan Cihampelas, Paris Van Java, dan pusat perbelanjaan lainnya.

            Tidak hanya wisata belanja saja yang menjadi magnet bagi wisatawan, masih ada Gastronomi atau yang biasa dikenal dengan sebutan wisata kuliner. “Tidak akan ada habisnya jika membahas kuliner yang ada di kota Bandung”. Begitulah yang diucapkan oleh anak-anak muda kota Bandung apabila ditanya tentang Gastronomi. Masyarakat kota Bandung yang kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kuliner di kota Bandung sehingga membuat dari hari ke hari jenis kuliner yang ada semakin bervariasi dan unik, dan juga selalu menjadi incaran para pemburu kuliner di akhir pekan atau hari libur. Harga yang ekonomis hingga harga yang fantastis ada disini. Misalnya saja di daerah Setiabudi, terdapat salah satu kuliner favorit bagi pecinta makanan yaitu Surabi yang buka dari sore hingga tengah malam. Dengan menu harga dimulai dari Rp. 4000 hingga Rp. 10.000, para wisatawan dapat merasakan hangatnya Surabi dengan bermacam-macam topping. Lalu, jika para wisatawan ingin merasakan nikmatnya berkuliner sambil memandangi indanya panorama kota Bandung, para wisatawan dapat mencoba tempat kuliner yang berada di Ciumbuleuit. Dengan kisaran harga Rp. 15.000 hingga Rp. 50.000, sudah dapat merasakan menu dan pemandangan indah dari atas kawasan Ciumbuleuit. Apalagi jika wisatawan berkunjung kesana pada malam hari, maka keindahan kota Bandung akan lebih terlihat. Selain itu masih banyak destinasi-destinasi berbelanja dan Gastronomi yang terkenal, murah cozy, dan selalu menjadi tujuan wisata bagi para pelancong dari berbagai daerah.

            Berwisata tidak hanya pergi ke suatu destinasi alam, taman bermain atau taman nasional saja, tetapi wisata belanja dan Gastronomi adalah salah satu cara untuk berwisata. Untuk itulah kota Bandung menyediakan segala kebutuhan wisata dan sangat cocok untuk wisata belanja dan Gastronomi. Jika sudah berlibur ke kota Bandung jangan sampai lupa untuk Eat and shop ‘till drop.