BANDUNG PURBA SEBAGAI WISATA ALTERNATIF
Khoirul Fajri, S.E., M.M
Ditulis tanggal: 09 Juni 2014, dilihat: 992 kali

(Dosen STIEPAR Yapari Aktripa Bandung/Praktisi Pariwisata di bidang Tour and Travel/Anggota ASITA Jawa Barat)

bandung purbaHampir sebagian besar atraksi atau objek wisata alam yang ada di Bandung, kondisinya terabaikan.Hal ini terjadi akibat tidak diberikannya makna pada objek-objek wisata yang ada.Kalaupun objek tersebut menjadi bagian dan paket wisata, hanya dilihat dari segi fisiknya.Tetapi tidak dipahami cerita dan makna di balik tempat-tempat tersebut.

Akibat ketidakadaannya makna di balik suatu tempat, kondisi tempat tersebut menuju kehancuran.Seperti yang terjadi di Sanghiyang Tikoro.Tempat ini tercemar, padahal bila dilihat dari kacamata sejarah, tempat ini termasuk peninggalan situs alam Bandung Purba. Kawasan Cekungan Bandung, Patahan Lembang, dan Gua Pawon, keadaannya sama.

“Ini semua karena masyarakat tidak tahu makna cerita dari tempat-tempat tersebut dan program wisata yang ada hanya menjual fisik bumi, bukan pemaknaan fisik bumi,” (T. Bachtiar dalam bukunya Bandung Purba).

Agar kerusakan ini tidak mengarah pada kehancuran dan kepunahan yang lebih parah, Dinas Pariwisata Kota Bandung bekerja sama dengan Global Tourism Consultant  pada tanggal 22-23 september 2004 telah menggelar lokakarya “Education Tour Bandung Purba”, yang diikuti oleh para pemandu wisata, Pegawai biro perjalanan wisata, kalangan akademisi dan staff instansi pemerintah dengan tujuan melakukan pengembangan objek wisata melalui wisata Bandung Purba.

Bandung Purba sebagai Paket Wisata Alternatif (Geowisata)                

Atraksi wisata di sekitar kota Bandung seperti gunung Tangkuban Perahu atau pemandian air panas Ciater sudah banyak dikenal oleh masyarakat secara regional, nasional bahkan internasional. Berdasarkan uraian tentang sejarah wilayah Bandung, sebenarnya sejarah dan bukti-bukti keberadaan situs-situs purbakala tidak kalah menarik dibanding dengan obyek-obyek wisata yang telah dikenal secara umum. Sangat disayangkan potensi obyek wisata yang satu ini kurang diminati oleh para pelaku usaha bidang Biro Perjalanan Wisata, padahal kota Bandung dan sekitarnya memiliki banyak obyek wisata purbakala yang dapat dimasukkan dalam rangkaian wisata Bandung Purba. Adapun beberapa lokasi tersebut selain goa Pawon dan patahan Lembang antara lain ; Curug Jompong, Sanghyang Tikoro dan karang Penganten.

Obyek wisata Curug Jompong di kabupaten Bandung dalam sejarahnya merupakan lokasi bobolnya Danau Bandung Purba, demikian pula dengan gunung Bohong yang juga berada di kabupaten Bandung, konon dalam legendanya gunung ini merupakan tempat pertemuan Dayang Sumbi dan Sangkuriang (dalam cerita rakyat sunda yaitu Sangkuriang).

Akan tetapi hingga saat ini hampir tidak pernah ada suatu perusahaan Biro Perjalanan Wisata atau pemandu wisata baik yang berada didalam wilayah Bandung ataupun luar Bandung yang membuat paket wisata bermaterikan tentang wawasan sejarah purbakala Bandung dan  menawarkan kepada parawisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara. Hal ini terjadi dimungkinkan karena kurangnya informasi mengenai hal sejarah purba tentang Bandung apalagi banyaknya situs-situs tersebut yang punah atau hilang atau rusak satu persatu. Sehingga selama ini banyak kalangan pengusaha Biro perjalanan wisata yang lebih senang menawarkan kunjungan ke kota Bandung dengan paket wisata Belanja dan memorium.

Memang pernah ada beberapa biro perjalanan wisata yang membawa wisatawan untuk melakukan kunjungan ke daerah-daerah tersebut akan tetapi hal tersebut dikarenakan oleh adanya permintaan tamu dan sebagian besar dari kalangan pelajar yang melakukan kunjungan karena sehubungan dengan tugas-tugas suatu mata pelajarannya seperti Geografi dan geodesi.

Namun kini, seiring dengan penggalian potensi di kawasan tersebut, Bandung Purba dapat dijadikan bentuk wisata alternatif. Tentu saja hal ini akan menambah keragaman destinasi wisata di Jawa Barat (khususnya Bandung) yang tidak hanya fokus pada wisata belanja maupun kulinernya.