KAJIAN AWAL PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PULAU BIAWAK
Lia Afriza, S.E., M.M
Ditulis tanggal: 21 Mei 2014, dilihat: 1250 kali

Riset ini dipimpin oleh Lia Afriza S.E., M.M. (Puket I Bdang Akademik STIEPAR), dilakukan bersama dengan Panji Pamungkas, S.E., M.MT. (Ketua Jurusan Manajemen Kekhususan Manajemen Pariwisata), Dibantu oleh Tiga Mahasiswa Manajemen Pariwisata STIEPAR (Adi Budia Rahman, Edwin Erlangga, Hamir), serta Kerja Sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat

Tim STIEPAR saat melakukan riset di Pulau BiawakWilayah Kabupaten Indamayu memiliki luas wilayah 2.040,11 km2 yang terdiri atas 31 kecamatan, jumlah desa 310 desa/kel penduduk 1.709.120 dengan kepadatan 836 jiwa/ha bermata pencaharian didominasi oleh Pertanian dan perikanan. Kabupaten Indramayu memiliki potensi wilayah perairan laut, pesisir/payau dan tawar. Kondisi tersebut Indramayu memiliki keanekaragam hayati (biodiversity) yang tinggi. Potensi-potensi kawasan konservasi perairan Indramayu, antara lain: Kawasan Konservasi Laut dan Pulau-Pulau Kecil, Kawasan Perairan Payau dan Kawasan Konservasi Perairan Tawar.

Dengan lahirnya UU No. 27 tahun 2007 tentang pengelolaan pesisir dan pulau pulau kecil serta peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan no. 16/2008 tentang pengelolaaan wilayah, pesisir dan pulau pulau kecil, maka dipandang perlu upaya untuk mendorong pemerintah daerah dalam melakukan pengelolaan wilayah, pesisir yang diawali dengan penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan wilayah pesisir pulau pulau kecil secara terencana. Salah satunya adalah perencanaan pada aspek penzonasian atau zonasi pemanfaatan.

Kondisi tersebut sangat memungkinkan untuk pengembangan produksi ikan laut dan pemanfaatan pantai untuk pengembangan wisata. Pantai yang memungkinkan dapat dikembangkan  sebagai kawasan wisata adalah Pantai Pulau Biawak. Rencana pengembangan Pulau Biawak tersebut menjadi kawasan wisata harus dikaitkan dan berlandaskan kepada berbagai kepentingan yang mendasar  yaitu pemberdayaan masyarakat pesisir.

Daratan pulau (terrestrial) dan wilayah perairan (aquatic) pantai dan laut sekitarnya totalnya seluas ± 15.540 Ha, dengan luas darat  ± 742 Ha, luas perairan ± 14.798 Ha. Sementara itu letak Geografis KKLD P. Biawak berada pada:

•Pulau  Biawak 06°56’022’’ LS dan 108°22’015’’ BT

•Pulau Gosong 5°52’076”LS dan 108°24’337’’ BT

•Pulau Candakian 5°48’089”LS dan 108°24’487’’BT

Secara administratif Pulau Biawak jika menjadi satu kawasan wisata sebaiknya dapat dikelola dengan baik. Sedangkan saat ini Pulau Biawak ada 3 (tiga) instansi yang berkepentingan dalam pengelolaan: Kementrian Perhubungan, Dinas Perikanan dan Kelautan, dan Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata Indramayu yang memiliki tugas dan fungsi yang berbeda.

Masyarakat pesisir sekitar Pulau Biawak adalah masyarakat yang memiliki dan kepedulian untuk keberlanjutan pelestarian lingkungan di sekitar pulau Biawak. Mereka memiliki pengetahuan tentang kondisi objektif wilayahnya, memungkinkan saling berbagi pengalaman  dan informasi, menganalisa bersama mereka tentang bahari dan kehidupan pesisir dan keberlanjutan pelestarian lingkungan. Memungkinkan diikutsertakan atau didengar pendapatnya membuat rencana tindak Pulau Biawak.

Ruang Lingkup wilayah dan Perencanaan

Ruang lingkup wilayah dan perencanaan menurut peraturan daerah Indramayu nomor 14 tahun 2006, tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah dan Penataan fungsi Pulau Biawak, Gosong dan Pulau Candikian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 mencakup zona - zona yang dilindungi sebagai berikut :

a. Zona Inti : Zona ini merupakan zona perlindungan terhadap habitat asli baik di pesisir maupun di laut. Zona inti meliputi seluruh bagian Pulau Biawak beserta perairannya (radius ± 2 mil dari garis pantai)

b. Zona Penyangga : Zona ini merupakan zona pemanfaatan terbatas. Zona ini meliputi kawasan perairan Pulau Biawak untuk wisata alam laut, sedangkan Pulau Candikian dan Pulau Gosong untuk wisata alam dan kegiatan budidaya (penangkapan dan budidaya) ;

c. Zona Budidaya: Zona budidaya sesuai keinginan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup, yaitu meliputi pesisir Indramayu .

d.Zona Bisnis : zona pemanfaatan yaitu ruang atau manfaat dari satu tempat yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan (atraksi) yang memberikan nilai ekonomi pada pemberdayaan masyarakat lokal. Misalkan cendera mata, dermaga atau kawasan konservasi mangrove yang dinilai ekonomiskan menjadi satu kawasan edukasi.

Berdasarkan hasil observasi lapangan yang telah dilakukan, arahan pemanfaatan ruang wilayah Pulau Biawak dan sekitarnya terdiri dari dua kawasan utama yakni pemanfaatan umum mencakup perikanan tangkap, pariwisata, dan hutan serta kawasan konservasi mencakup penempatan pantai, lahan hutan dan penangkaran, dan dermaga.

Pengembangan pariwisata di Pulau Biawak ini tentunya diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Hal ini guna menciptkan pola pengembangan ekowisata yang berkelanjutan, Seperti yang diungkapkan oleh Dahuri (2001) mengenai konsep manajemen wilayah pesisir terpadu (Integrated Coastal Zone Management). Konsep ini merupakan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu dengan memperhatikan segala aspek terkait di pesisir yang meliputi antara lain aspek ekonomi, sosial, lingkungan dan teknologi. Melalui aplikasi konsep tersebut diharapkan dapat diatasi berbagai permasalahan yang muncul sehingga pengembangan pariwisata di Pulau Biawak akan berjalan secara optimal sesuai dengan kaidah pengelolaan kawasan pesisir.