Creative Based Tourism dan Ekonomi Kerakyatan
Sari Wulandari
Ditulis tanggal: 21 Mei 2014, dilihat: 911 kali

Mahasiswi STIEPAR Yapari Aktripa Bandung Sem.VI/Prodi Manajemen Kekhususan Manajemen Pariwisata

Mungkin kita sering mendengar istilah creative based tourism (pariwisata berbasis kreativitas). Namun pada aplikasinya belum dapat terlaksana secara optimal, padahal bila pariwisata berbasis kreativitas ini dikembangkan banyak sekali benefit yang didapatkan khususnya pada masyarakat lokal.

Sejauh ini pengembangan jenis produk pariwisata sangatlah beragam dari mulai produk wisata alam, budaya, sejarah hingga minta khusus. Namun sayang dari sekian banyak potensi yang dimiliki, hal tersebut belum dapat dikembangkan secara maksimal. Dengan pendekatan pariwisata berbasis kreatif ini potensi yang dimiliki sepatutnya dapat menjadi suatu produk yang dapat diolah dan dikemas oleh tangan masyarakat lokal menjadi suatu produk yang berguna dan memiliki added value (nilai tambah) baik dari sisi seni dan ekonomi.

Pemberdayaan Masyarakat Lokal                                               

Sedikit mengurai pengalam penulis beberapa waktu lalu, tepatnya saat melaksanakan kegiatan kuliah praktik lapangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), banyak sekali yang dapat saya dituangkan melalui tulisan ini, khususnya mengenai home industry yang menunjang ekonomi kerakyatan di tiga destinasi yang penulis kunjungi, yakni Bakpia Phatok 25, Batik Luwes Putra, dan Desa Wisata Gerabah Kasongan beberapa waktu yang lalu. Ketiga destinasi ini memiliki jenis produk wisata yang berbeda. Dari Bakpia Phatok 25 yang merupakan makanan ringan khas Yogyakarta dan telah menjadi ikon bagi Kota ini, Batik Luwes Putra yang sudah tidak asing lagi kalau kita mendengar batik khas yogyakarta, dimana dengan adanya home industry di batik luwes putra ini, ibu-ibu rumah tangga atau masyarakat lokal dapat diberdayakan sebagai pembatik, yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi mereka. Dan tak kalah menarik dari Desa wisata kasongan mereka memanfaatkan sumber daya alam yang ada yaitu berupa tanah liat, yang dijadikan sebagai potensi utama bagi masyarakat lokal untuk mengembangkan produk unggulannya seperti gerabah. Dengan demikian konsep creative based tourism memberikan rmanfaat untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Dengan segala potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, pariwisata berbasis kreativitas juga dapat berkembang di wilayah yang maju seperti Jawa Barat yang sangat terkenal dengan masyarakatnya yang kreatif seperti pada bidang kuliner, handy craft, seni dan budaya. Seperti halnya Desa  wisata Cikidang yang terletak  di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat memiliki sumber daya alam yang berlimpah, khususnya pada produk holtikultura atau sayur-sayuran seperti bayam, tomat, kembang kol, brokoli, cabai, terong, dan kacang panjang. Jika  konsep creative based tourism diterapkan pada Desa cikidang tentu masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam pembangunan kepariwisataan. Dalam hal ini masyarakt lokal dapat menambah knowledge dan kreativitas. Kekayaan masyarakat lokal seperti produk holtikultura dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan makanan seperti sayur bayam diolah menjadi keripik bayam, tomat dapat dijadikan minuman sari buah atau sirup, manisan tomat, dan saus tomat. Jika potensi sumber daya alam yang dimiliki masyarakat dapat dikelola dengan baik maka akan memberikan nilai tambah baik secara seni maupun ekonomi.

Kegiatan pariwisata berbasis kreatifitas juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatan pendapatan, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mensejahterakan masyarakat. Sementara itu untuk para wisatawan juga banyak mendapatkan hal positif yakni berupa penambahan nilai edukasi, pengetahuan mengenai nilai lokalitas, serta menambahnya pengalaman baru yang didapat dari sentuhan lokalitas itu sendiri.

Untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berbasis pariwisata kreatif, dibutuhkan dukungan dari semua pihak misalnya pemerintah dalam hal membuat suatu kebijakan, mendukung pembangunan yang dilakukan oleh pengusaha khususnya pihak swasta agar prinsip pembangunan untuk masyarakat dapat berjalan misalnya dengan memberikan bantuan dalam bentuk dana dan dukungan moril. Semoga pembangunan pariwisata berbasis kreativitas betul-betul dapat menunjang ekonomi kerakyatan sehingga dapat mewujudkan kehidupan masyarakat lokal yang sejahtera.