SEMINAR DAN MUNAS 2014, HIMPUNAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI PARIWISATA INDONESIA (HILDIKTIPARI)
Kategori: Umum - Dibaca: 4093 kali



Peran Pendidikan Tinggi saat in sangatlah penting dalam meningkatkan pembangunan bangsa. Begitu juga dengan hadirnya Pendidikan Tinggi Pariwisata, diperlukannya sinergitas antara dunia pendidikan pariwisata dengan berbagai pihak seperti dengan industri. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Mari Elka Pangestu,  pada acara seminar dan musyawarah nasional Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI) yang digelar 12-13 Mei 2014 di Bandung.

Melalui seminar tersebut yang mengusung tema “Konsolidasi Pendidikan Tinggi Pariwisata Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015”, diharapkan para penyelenggara pendidikan tinggi khususnya pariwisata mampu mempersiapkan diri menghadapi persaingan global sehingga pariwisata Indonesia memiliki daya saing kuat di tingkat internasional. Mari juga menjelaskan  bahwa hingga saat ini daya saing sektor pariwisata Indonesia terus mengalami perbaikan. Jika dilihat dari data Competitiveness World Economic Forum, daya saing pariwisata Indonesia menduduki peringkat 74 dari 140 negara. Sementara di tingkat ASEAN daya saing Indonesia berada di peringkat ke-4.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah IV, Prof. Dr. Abdul Hakim, M.Sc. di depan para peserta seminar HILDIKTIPARI (12 Mei 2014) menyampaikan kesiapan perguruan tinggi harus mutlak dilakukan karena pada tahun 2015 dalam rangka menuju Masyarakat Ekonomi Asean ( Asean Economic Commmunity) terdapat lima arus yang tidak dapat dihindarkan diantaranya: free flow of goods ,free of service, free flow of investment, free flow of capital, dan free flow of skilled labor. Dengan adanya kebijakan tersebut menuntut kita bangsa Indonesia termasuk dunia pendidikan untuk meyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing internasional. Dengan masuknya sektor pariwisata sebagai sektor prioritas Asean Economic Community selain penerbangan, jasa online, kesehatan, dan logistic, tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi para Pendidikan Tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar global khususnya di bidang pariwisata.

Melalui seminar HILDIKTIPARI tersebut beragam kajian materi digelar diantaranya bagaimana  kebijakan penyelenggaraan Pendidikan Tinggi di Indonesia, kurikulum pariwisata di tingkat ASEAN, penataan tata nama dan kurikulum pendidikan tinggi. Materi lain juga disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, yang memaparkan materi mengenai pengembangan pariwisata Perkotaan di Kota Bandung.

Seminar yang dihadiri oleh sekitar 35 Perguruan Tinggi Pariwisata baik swasta maupun negeri dari seluruh Indonesia tersebut telah memberi bekal khususnya kepada penyelenggara Pendidikan Tinggi Pariwisata  untuk dapat mempersiapkan diri dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam bidang tourism dan hospitality. Pada kesempatan tersebut, STIEPAR Yapari Aktripa sebagai salah satu Perguruan Tinggi Pariwisata pertama dan tertua di Indonesia (berdiri sejak Agustus 1962) diwakili oleh Goesti Djafar, Drs., M.Si (Puket II Bidang Umum dan Keuangan), Dr. Diana Simanjuntak (Puket III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Bursa Kerja), serta Titing Kartika, S.Pd., MM, MBA (Dosen) turut aktif mendukung suksesnya penyelenggaraan Seminar dan Munas tersebut.(Adm)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

  Terkini  
  Terpopuler