PELUANG PENGEMBANGAN WISATA PEDESAAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT
Kategori: Umum - Dibaca: 10291 kali

Sejak terbentuknya Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Jawa Barat sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2007, KBB terus melakukan proses pengembangan dan pembangunan termasuk di sektor pariwisata. Wilayah ini memiliki keunggulan seperti keragaman budaya, tersedianya potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, lokasi geografis yang strategis, serta adanya aksesibilitas yang luas. Sebagai upaya dalam proses identifikasi potensi wisata di KBB, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KBB beserta STIEPAR YAPARI-AKTRIPA dalam hal ini diwakili oleh Pembantu Ketua I Bidang Akademik (Lia Afriza, S.E., M.M.) dan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STIEPAR yang dipimpin oleh Arisman Muchtar., S.E., Akt., M.MT., sama-sama menggali dan mencetuskan daya tarik baru melalui konsep Wisata Pedesaan. Hal ini dimaksudkan untuk memperkaya daerah tujuan wisata di KBB.

            Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain melakukan identifikasi potensi wisata, akan dilakukan juga penelitian mengenai pola pengembangan dan pengelolaan Desa Wisata serta pemberdayaan masyarakat (human capital investment) yang akan meningkatkan citra pariwisata di KBB dan memberikan dampak ganda (multiplier effect) terhadap sektor-sektor lainnya. Melalui rangkaian tersebut akan dihasilkan bentuk produk wisata di Desa untuk dikembangkan sebagai variasi paket wisata, keragaman daya tarik Wisata Pedesaan dan kategorisasi bentuk kegiatan wisata yang sesuai dengan pendekatan teoritis dan referensi dalam kaitannya dengan pengembangan paket wisata.

Wisata Pedesaan adalah suatu kegiatan pariwisata di wilayah yang menawarkan daya tarik wisata berupa keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan (kehidupan sosial, ekonomi, adat istiadat masyarakat setempat, arsitektur bangunan maupun tata ruang desa yang khas (Depbudpar, 2001). Dalam pengembangannya diperlukan perencanaan yang tepat agar konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development) dapat terwujud, yaitu terjadi keharmonisan bagi semua pihak (masyarakat lokal, wisatawan, pelaku pariwisata) serta terjaganya kelestarian lingkungan alam dan sosial budaya. Sebagai langkah awal, akan ada satu Kecamatan yang terdiri dari beberapa Desa yang potensial untuk menjadi Desa Binaan STIEPAR khususnya dalam hal pengembangan konsep Wisata Pedesaan.(Adm)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar :
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

  Terkini  
  Terpopuler